Minggu, 11 Desember 2011


Brute Force Attack

Merupakan suatu cara memecah kunci dengan mencoba coba semua kmungkinan kunci yang ada. biasanya nilai brute force attack ini didapatkan dengan waktu tahunan (years).

1.      Secara matematis data dirumuskan sebagai berikut :
       Brute force attack (tahun) : (0.5 x t enkripsi x ∑ kemungkinan kunci ) / (365 x 24 x 3600)




Jumat, 09 Desember 2011

Algoritma Genetika

Pada proses enkripsi ini secret message disandikan dengan menggunakan algoritma genetika (Genetic Algorithm). Algoritma genetika itu sendiri adalah teknik pencarian yang di dalam ilmu komputer untuk menemukan penyelesaian perkiraan untuk optimisasi dan masalah pencarian. Algoritma genetik adalah kelas khusus dari algoritma evolusioner dengan menggunakan teknik yang terinspirasi oleh biologi evolusioner seperti warisan, mutasi, seleksi alam dan rekombinasi (atau crossover).
Algoritma Genetika pertama kali dikembangkan oleh John Holland pada tahun 1970-an di New York, Amerika Serikat. Dia beserta murid-murid dan teman kerjanya menghasilkan buku berjudul "Adaption in Natural and Artificial Systems" pada tahun 1975.
Algoritma Genetik khususnya diterapkan sebagai simulasi komputer dimana sebuah populasi representasi abstrak (disebut kromosom) dari solusi-solusi calon (disebut individual) pada sebuah masalah optimisasi akan berkembang menjadi solusi-solusi yang lebih baik. Secara tradisional, solusi-solusi dilambangkan dalam biner sebagai string '0' dan '1', walaupun dimungkinkan juga penggunaan penyandian (encoding) yang berbeda. Evolusi dimulai dari sebuah populasi individual acak yang lengkap dan terjadi dalam generasi-generasi. Dalam tiap generasi, kemampuan keseluruhan populasi dievaluasi, kemudian multiple individuals dipilih dari populasi sekarang (current) tersebut secara stochastic (berdasarkan kemampuan mereka), lalu dimodifikasi (melalui mutasi atau rekombinasi) menjadi bentuk populasi baru yang menjadi populasi sekarang (current) pada iterasi berikutnya dari algoritma.

Perbedaan Steganografi dan Kriptografi

Kriptografi secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan pesan. Kriptografi juga bisa didefinisikan sebagai ilmu yang yang mempelajari teknik–teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta otentifikasi data.
Perbedaan yang mendasar mengenai kriptografi dan steganografi adalah hasil tampilan pesan ketika sudah disisipi pesan rahasia. Pada kriptografi pesan yang sudah disisipi pesan rahasia akan sangat berbeda dengan pesan sebelum disisipi pesan rahasia. Maka bagi pihak ketiga yang melihat pesan hasil keluaran kriptografi akan curiga walaupun pihak ketiga tersebut juga tidak mengetahui maksud dari pesan tersebut.
Sedangkan pada steganografi, pesan yang sudah disisipi pesan rahasia akan tampak sama (dengan kasat mata) dengan pesan sebelum disisipi pesan rahasia (pesan rahasia tersamarkan dalam cover text). Sehingga pihak ketiga tidak tahu bahwa dibalik pesan asli (cover text) tersembunyi pesan rahasia dibaliknya.
Keuntungan steganografi dibandingkan dengan kriptografi adalah bahwa pesan dikirim tidak menarik perhatian sehingga media penampung/cover text yang membawa pesan tidak menimbulkan kecurigaan pihak ketiga. 

Sejarah Setganografi

Teknik steganografi ini pertama kali digunakan pada tahun 440 SM , sewaktu itu Demaratus mengirimkan peringatan tentang serangan yang akan datang ke Yunani dengan cara menulis langsung pada permukaan kayu lilin tablet sebelum menerapkan pada permukaan lilin lebah diatasnya.
Herodatus, seorang penguasa Yunani mengirimkan pesan rahasia dengan menggunakanan kepala budak atau prajurit sebagai media. Caranya, rambut budak dibotaki , lalu pesan rahasia ditulis di kulit kepala budak. Setelah rambut – rambut budak tumbuh cukup banyak (yang berarti menutupi pesan rahasia) , budak tersebut dikirim ke tempat tujuan pesan untuk membawa pesan rahasia di kepalanya. Di tempat penerima , kepala budak dibotaki kembali untuk membaca pesan tersembunyi dibalik rambutnya. Pesan tersebut berisi peringatan invasi dari bangsa Persia.
Bangsa Romawi mengenal steganografi dengan menggunakan tinta tak tampak (invisible link) untuk menulis pesan. Tinta tersebut dibuat dari campuran sari buah, susu, dan cuka. Jika tinta digunakan untuk menulis maka tulisannya  tidak tampak. Tulisan di atas kertas tersebut dapat dibaca dengan cara memanaskan kertas tersebut.
Selama Perang Dunia II, agen–agen spionase juga menggunakan steganografi untuk mengirim pesan. Caranya dengan mengunakan titik – titik yang sangat kecil

sehingga keberadaannya tidak dapat dibedakan pada tulisan biasa yang diketik.
Saat ini steganografi sudah sangat banyak dikembangan dan diimplementasikan pada media digital sebagai media penampung, seperti citra digital, video digital, atau audio. Informasi yang disembunyikan juga berbentuk informasi digital seperti teks, citra, data audio, atau data video. Steganografi digital dapat digunakan di negara–negara yang menggunakan sensor ketat terhadap informasi atau di negara dimana pesan enkripsi dilarang. 

Steganografi

Steganografi adalah ilmu dan seni menyembunyikan pesan rahasia di dalam pesan lain sehingga keberadaan pesan rahasia tersebut tidak dapat diketahui oleh orang lain selain pengirim dan penerima yang dituju. Steganografi sangat berbeda dengan kriptografi. Jika kriptografi merahasiakan makna pesan sementara eksistensi pesan tetap ada, maka steganografi menutupi keberadaan pesan rahasia. Steganografi dapat dipandang sebagai kelanjutan atau perkembangan dari kriptografi dan dalam prakteknya pesan rahasia dienkripsi terlebih dahulu, kemudian chipher text disembunyikan di dalam media lain sehingga pesan rahasia tidak dapat diketahui oleh pihak ketiga. Pesan rahasia yang disembunyikan dapat diekstraksi kembali persis sama seperti aslinya.
Steganografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “steganos” yang artinya “tulisan tersembunyi (covered writing)” dan “graphein” yang artinya  “untuk menulis“.  Di dalam teknik steganografi membutuhkan dua property yaitu media penampung dan pesan rahasia. Media penampung (covered media) yang umum digunakan antara lain : gambar, video, suara dan teks. Pesan yang disembunyikan dapat perupa sebuah artikel,gambar, daftar barang, kode barang, teks pesan dan lain lain.

Ada beberapa kriteria yang seharusnya dimiliki oleh sistem steganografi , yaitu:
1. Imperceptibility     
              Media cover dan media stego harus identik sehingga tidak diketahui keberadaan pesan     rahasia yang dipertukarkan.
2. Robustness           
Pesan rahasia yang disisipkan relatif tidak rusak jika media stego  mengalami proses pengolahan.
3. Capacity (kapasitas):
 Kriteria ini menunjukkan seberapa besar ukuran pesan yang dapat disembunyikan pada media cover dengan tetap memperhatikan kualitas media cover tersebut.

Just i am

Sekarang saya berumur 21 tahun, mahasiswa S1 jurusan Teknik Telekomuniakasi IT Telkom angakatn 2008.  Kesibukan lagi menyelesaika tugas akhir, menjadi asisten mikroprosesor dan mikrokontroller, meberi praktikum dan bimbingan tubes, aktif dalam organisasi/ comunity enthrepreneur IYES ( IT Telkom Young Enthrepreneur Comunity ).
Saya sedang mengejar target untuk lulus 3.5 tahun, InsyaAllah sidang bulan Januari dan wisuda bulan Maret 2012. setelah itu kayak mahasiswa pada umunya mencari pekerjaan. tapi lagi galau juga tentang masa depan.. mau bekerja atau melanjutkan S2 baik kelar negeri atau di Indonesia.